Detail Pruduk Unggulan Desa

COBEK BATU

Berdirinya industri cobek ini diawali saat Mbah Pahing pada jaman Belanda sekitar tahun 1915 merantau dari Kajang ke Petung Wulung. Mbah Pahing merupakan seseorang yang memiliki keahlian belah batu. Sebelum menggeluti kerajinan cobek ini, beliau sempat menjadi pengrajin ubin di Kajang yang digunakan untuk alas rumah (lantai). Ubin tersebut banyak dibeli oleh orang-orang etnis Tionghoa. Selanjutnya saat berada di Petung Wulung, Mbah Pahing mulai mengembangkan keahliannya menjadi kerajinan cobek. Di jaman itu pemasaran kerajinan cobek masih dilakukan secara manual dengan dipasarkan berkeliling menggunakan gerobak. Distribusi ini sampai ke wilayah luar Singosari seperti wilayah Malang Selatan, Banyuwangi dan sekitarnya. Saat ini keturunan Mbah Pahing sendiri masih meneruskan industri cobek di Petung Wulung. Mbah Pahing memiliki enam anak yaitu Ali Rasyid, Jail, Sadak, Yamin, Yaman, dan Wartiah. Pak Sadak merupakan keturunan Mbah Pahing yang masih tekun menggeluti industri cobek ini.

Pruduk Unggulan Desa Terkait